Dalam proses pembentukan mentalitas ini, para praktisi sering kali memanfaatkan simulasi untuk menguji ketangguhan mereka. Dengan memahami manfaat simulasi pertandingan, seorang individu dapat belajar mengendalikan rasa takut dan keraguan sebelum menghadapi laga yang sebenarnya. Upaya untuk membangun karakter yang solid memerlukan konsistensi yang luar biasa dari setiap atlet mahasiswa di lingkungan kampus. Bagi BAPOMI Batanghari, karakter pemenang didefinisikan sebagai kombinasi antara kerendahan hati saat menang dan ketegaran saat menghadapi kekalahan. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi pembeda utama saat mereka bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Salah satu pilar utama dari karakter pemenang adalah kedisiplinan diri (self-discipline). Disiplin bukan berarti melakukan sesuatu karena takut pada hukuman pelatih, melainkan kesadaran untuk melakukan hal-hal kecil dengan benar secara terus-menerus. Mulai dari bangun pagi untuk latihan fisik, menjaga pola makan, hingga membagi waktu antara jadwal kuliah dan jadwal latihan. Mahasiswa di Batanghari diajarkan bahwa kemenangan tidak diraih pada hari pertandingan, melainkan pada bulan-bulan latihan sepi yang penuh dengan cucuran keringat dan rasa lelah. Tanpa disiplin, bakat sebesar apa pun akan terbuang sia-sia dan tidak akan mampu bertahan dalam persaingan olahraga prestasi yang sangat kompetitif.
Selain disiplin, sportivitas dan kejujuran adalah elemen yang tidak terpisahkan dari karakter seorang olahragawan sejati. Dalam setiap pertandingan, godaan untuk mengambil jalan pintas atau melakukan tindakan tidak terpuji sering kali muncul demi sebuah kemenangan instan. Namun, karakter pemenang yang sejati lebih menghargai proses yang jujur daripada hasil yang didapat dari kecurangan. Integritas di lapangan pertandingan mencerminkan integritas seseorang dalam kehidupan sosialnya. BAPOMI terus menekankan bahwa medali emas akan kehilangan kilaunya jika didapat dengan cara yang tidak ksatria. Hal inilah yang ingin ditanamkan kepada generasi muda di Jambi agar mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi.
Ketangguhan mental (mental toughness) juga menjadi fokus dalam pengembangan karakter. Seorang atlet harus mampu bangkit dengan cepat setelah melakukan kesalahan di tengah pertandingan. Alih-alih meratapi kegagalan, mereka harus segera melakukan evaluasi dan fokus pada langkah berikutnya. Kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih saat berada dalam posisi tertinggal adalah ciri khas dari atlet kelas dunia.