Pendidikan tinggi mengemban misi Tri Dharma yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Di Kabupaten Batanghari, implementasi nilai ini dilakukan dengan cara yang unik dan menyentuh langsung kehidupan warga, yaitu melalui jalur olahraga. Melalui gerakan BAPOMI Batanghari Peduli, mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk mengejar prestasi di arena pertandingan, tetapi juga didorong untuk berbagi ilmu dan energi positif kepada lingkungan sekitar. Olahraga dipandang sebagai instrumen pembangunan sosial yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara kolektif.

Konsep utama yang diusung adalah menjadikan Olahraga Mahasiswa bukan hanya sebagai aktivitas fisik di dalam kampus, melainkan sebagai media edukasi bagi masyarakat luas. Para mahasiswa yang memiliki keahlian di bidang olahraga tertentu diterjunkan ke desa-desa untuk menjadi pelatih sukarela bagi anak-anak dan remaja. Mereka mengajarkan teknik dasar olahraga, pentingnya sportivitas, dan cara hidup sehat. Inisiatif ini sangat penting untuk menjaring bibit-bibit atlet sejak dini dari pelosok daerah yang mungkin selama ini kurang mendapatkan akses pelatihan profesional.

Kegiatan ini secara eksplisit merupakan Sebagai Bentuk Pengabdian nyata yang dilakukan oleh civitas akademika. Mahasiswa berperan sebagai duta kesehatan yang memberikan contoh langsung tentang kedisiplinan dan semangat pantang menyerah. Dalam program BAPOMI Batanghari Peduli, sering diadakan festival olahraga rakyat yang melibatkan partisipasi mahasiswa sebagai penyelenggara dan instruktur. Hal ini menciptakan hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan kampus benar-benar dirasakan manfaatnya secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi dalam Olahraga Mahasiswa ini juga menyasar pada perbaikan fasilitas olahraga di tingkat desa. Mahasiswa bersama masyarakat melakukan gotong royong untuk membersihkan dan merapikan lapangan-lapangan desa agar layak digunakan kembali. Aktivitas sosial ini menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial dalam diri mahasiswa. Mereka belajar bahwa ilmu yang mereka dapatkan di kampus, termasuk ilmu olahraga, harus memiliki dampak sosial yang nyata. Inilah esensi sejati dari pendidikan yang berorientasi pada karakter dan kebermanfaatan.