Sungai Batanghari, sebagai sungai terpanjang di Sumatra, bukan hanya sekadar aliran air bagi masyarakat Jambi, melainkan saksi bisu kejayaan peradaban masa lalu yang harus tetap dijaga martabatnya. Menyongsong tahun 2026, sebuah inisiatif besar bertajuk “Batanghari Sport Heritage” diluncurkan untuk menyatukan semangat olahraga mahasiswa dengan misi pelestarian sejarah dan lingkungan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah penyelenggaraan lomba perahu tradisional yang melibatkan ribuan atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui ajang ini, BAPOMI ingin menghidupkan kembali tradisi bahari lokal sekaligus menjadikan olahraga sebagai tameng utama dalam upaya menjaga sungai dari ancaman pencemaran dan pendangkalan yang kian parah.
Olahraga tradisional memiliki daya tarik emosional yang sangat kuat karena berakar pada identitas budaya masyarakat setempat. Dalam ajang Batanghari Sport Heritage, perahu-perahu yang digunakan merupakan replika dari perahu tradisional yang telah digunakan sejak zaman Kerajaan Melayu Jambi. Namun, kompetisi ini tidak sekadar adu kecepatan mendayung. Para atlet mahasiswa yang berpartisipasi juga mengemban misi ekologi, di mana mereka diajak untuk memantau kondisi bantaran sungai sepanjang jalur perlombaan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap kondisi Batanghari yang saat ini sedang menghadapi tantangan besar akibat aktivitas penambangan liar dan limbah industri di hulu sungai.
Program pelestarian ini melibatkan aksi nyata yang bersifat edukatif. Sebelum lomba dimulai, para peserta diwajibkan mengikuti ritual “Tebar Benih” ikan endemik sungai sebagai simbol regenerasi kehidupan bawah air. Jambi ingin menciptakan standar baru di mana kegiatan sport harus berkontribusi pada pemulihan keanekaragaman hayati lokal. Dengan menjadikan sungai sebagai arena utama, diharapkan muncul gerakan mahasiswa yang masif untuk menuntut kebijakan perlindungan air yang lebih ketat. Para pendayung bukan hanya sekadar mengejar kemenangan, melainkan sedang memperjuangkan masa depan urat nadi kehidupan masyarakat Jambi agar tetap bersih dan jernih untuk generasi mendatang.
Partisipasi mahasiswa sebagai penjaga warisan budaya dalam proyek ini sangat krusial. Mereka memiliki kapasitas intelektual untuk mendokumentasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola air yang mulai terlupakan. Selama pekan olahraga Batanghari 2026, diadakan festival budaya yang menampilkan sejarah transportasi sungai dan peran pentingnya dalam perdagangan internasional di masa lampau. Data menunjukkan bahwa kerusakan sungai berbanding lurus dengan hilangnya tradisi bahari masyarakat. Dengan fakta ini, Batanghari Sport Heritage bukan sekadar lomba perahu, melainkan sebuah aksi penyelamatan identitas bangsa yang harus terus dikampanyekan melalui prestasi olahraga yang membanggakan.