Dalam setiap kompetisi olahraga mahasiswa yang diadakan di Kabupaten Batanghari, ada sebuah nilai luhur yang selalu dikedepankan oleh para peserta dan panitia. Meskipun persaingan di lapangan sering kali berlangsung dengan tensi tinggi dan adu teknik yang sangat ketat, bagi mereka kemenangan akhir adalah bukan soal skor yang terpampang di papan digital. Nilai yang jauh lebih abadi dan dijunjung tinggi di bumi Batanghari adalah terciptanya ikatan persaudaraan dan solidaritas antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Di sini, olahraga dipandang sebagai instrumen untuk meruntuhkan tembok-tembok ego sektoral antar kampus dan membangun jembatan persahabatan yang kuat demi kemajuan daerah bersama.
Budaya ini ditanamkan sejak awal melalui kegiatan “Malam Akrab Atlet” yang rutin digelar sebelum turnamen dimulai. Dalam acara tersebut, para atlet dari tim yang akan saling berhadapan diajak untuk makan bersama dan berbagi cerita tentang suka duka mereka sebagai mahasiswa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa di luar lapangan, mereka semua adalah rekan seperjuangan yang sedang menempuh jalan pendidikan yang sama. Prinsip bukan soal skor membuat para pemain memiliki kontrol emosi yang luar biasa saat bertanding. Mereka mampu bersaing secara habis-habisan untuk membela nama baik almamater, namun tetap menjaga rasa hormat kepada lawan sebagai sesama manusia yang memiliki martabat yang sama.
Salah satu cerita yang paling membekas di Batanghari adalah saat seorang atlet unggulan mengalami cedera serius di tengah pertandingan krusial. Tanpa diperintah, pemain dari tim lawan segera menghentikan serangannya dan memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis tiba. Aksi spontan ini mendapat tepuk tangan berdiri dari seluruh penonton. Momen seperti inilah yang mempertegas bahwa bagi mereka, keselamatan dan rasa kemanusiaan jauh melampaui kepentingan meraih trofi. Semangat bukan soal skor telah mengubah arena olahraga di Batanghari menjadi sekolah etika dan moral. Para mahasiswa belajar bahwa integritas jauh lebih berharga daripada medali emas yang diraih dengan cara-cara yang mengorbankan sportivitas.
Selain di lapangan, solidaritas ini juga berdampak pada terciptanya jaringan kerjasama akademik dan profesional di antara para atlet setelah masa kompetisi berakhir. Mereka sering kali terlibat dalam proyek penelitian bersama atau kegiatan sosial di masyarakat. Karena mereka sudah saling mengenal secara mendalam melalui dunia olahraga, proses kolaborasi menjadi jauh lebih mudah. Paradigma bukan soal skor ini memberikan beasiswa kehidupan yang tak ternilai.