Dukungan finansial dan apresiasi non-materiil merupakan faktor krusial dalam menjaga motivasi seorang olahragawan untuk terus berprestasi. BAPOMI Batanghari menyadari bahwa di tengah tuntutan akademik yang tinggi, para atlet mahasiswa memerlukan perhatian khusus dari sisi kesejahteraan. Oleh karena itu, organisasi saat ini tengah melakukan review menyeluruh terhadap sistem penghargaan yang telah berjalan selama ini. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap apresiasi yang diberikan sudah tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan performa atlet di berbagai ajang kompetisi.
Langkah perbaikan terhadap kebijakan ini dirasa sangat mendesak mengingat adanya perubahan biaya hidup dan kebutuhan latihan yang semakin kompleks. BAPOMI Batanghari ingin menyusun sebuah skema yang lebih komprehensif, di mana aturan pemberian penghargaan tidak hanya didasarkan pada hasil akhir berupa medali, tetapi juga mempertimbangkan progres latihan dan kedisiplinan atlet. Melalui penataan ulang regulasi ini, diharapkan tercipta sebuah standar yang transparan dan akuntabel, sehingga tidak ada lagi kecemburuan sosial antarjabang olahraga atau ketidakpastian mengenai hak-hak yang seharusnya diterima oleh para pejuang olahraga kampus.
Pemberian insentif yang memadai dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Insentif ini dapat berupa bantuan biaya pendidikan, uang pembinaan bulanan, hingga fasilitas asuransi kesehatan khusus atlet. BAPOMI berupaya melakukan lobi strategis kepada pemerintah daerah dan sektor swasta agar alokasi dana untuk kesejahteraan atlet dapat ditingkatkan. Dengan adanya dukungan finansial yang stabil, para mahasiswa tidak perlu lagi merasa terbebani untuk mencari pekerjaan sampingan guna menutupi biaya latihan, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada pencapaian target prestasi yang telah ditetapkan oleh organisasi dan kampus masing-masing.
Wilayah Batanghari memiliki potensi sumber daya manusia yang melimpah, terutama dari kalangan mahasiswa yang berasal dari daerah pelosok. Seringkali, kendala ekonomi menjadi penghambat utama bagi mereka untuk terus menekuni dunia olahraga secara profesional. Melalui tinjauan kebijakan ini, BAPOMI ingin menjangkau para talenta muda tersebut agar mendapatkan dukungan yang layak. Skema insentif juga dirancang untuk bersifat edukatif, di mana pemberian dana dikaitkan dengan pencapaian indeks prestasi akademik. Hal ini dilakukan untuk mencetak atlet yang cerdas secara intelektual dan unggul secara fisik, sesuai dengan marwah mahasiswa sebagai insan akademis.