Olahraga dayung di perairan darat seperti sungai memiliki tantangan yang sangat dinamis karena lingkungan yang terus berubah secara alami. Salah satu faktor geologis dan hidrolis yang paling memengaruhi kualitas lintasan adalah fenomena sedimentasi & arus sungai. Sedimentasi merupakan proses pengendapan material padat seperti lumpur, pasir, dan kerikil yang terbawa oleh aliran air dari hulu ke hilir. Jika proses pengendapan ini terjadi secara masif di area yang digunakan untuk latihan, maka kedalaman sungai akan berkurang secara signifikan. Hal ini tidak hanya memengaruhi estetika lingkungan, tetapi secara teknis merubah karakteristik aliran air yang menjadi medan utama bagi para atlet dayung dalam mengasah kemampuan mereka.

Memahami secara mendalam mengenai pengaruh kondisi air terhadap performa sangatlah krusial bagi pelatih dan atlet. Kedalaman sungai yang tidak merata akibat sedimentasi menciptakan profil dasar sungai yang bervariasi, yang pada gilirannya memicu terjadinya turbulensi atau pusaran air kecil. Dalam olahraga dayung, kestabilan perahu adalah kunci kecepatan. Ketika perahu melewati area yang dangkal dengan arus yang tidak stabil, daya angkat air terhadap lambung perahu berubah, menyebabkan hambatan seret (drag) menjadi lebih besar. Atlet harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk menjaga keseimbangan, yang seharusnya energi tersebut bisa digunakan untuk mendorong perahu lebih cepat ke depan.

Selain faktor kedalaman, kekuatan dan arah arus sungai sangat menentukan strategi dalam penentuan interval latihan. Arus yang terlalu deras akibat curah hujan tinggi di hulu dapat membahayakan keselamatan, sementara arus yang terlalu tenang mungkin tidak memberikan tantangan yang cukup bagi pengembangan kekuatan otot atlet. Kondisi air yang ideal adalah yang memiliki konsistensi aliran, sehingga atlet dapat mengukur kemajuan catatan waktu mereka secara objektif. Namun, dengan adanya perubahan iklim dan penggundulan hutan di sekitar daerah aliran sungai, pola arus menjadi sulit diprediksi. Endapan lumpur yang terbawa arus juga dapat menempel pada bilah dayung dan lambung perahu, menambah beban mekanis yang harus diatasi oleh para pendayung.