Dunia olahraga modern saat ini tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik dan ketangkasan di lapangan. Seiring dengan semakin terbukanya peluang untuk bertanding di kancah internasional, komunikasi menjadi salah satu aset paling krusial bagi seorang olahragawan. Sering kali, atlet-atlet berbakat dari daerah merasa rendah diri atau mengalami kendala saat harus berinteraksi dengan pelatih asing, wasit internasional, maupun media global karena keterbatasan kemampuan linguistik. Menyadari hal tersebut, Bapomi Batanghari meluncurkan program inovatif bertajuk “Jago Bahasa!” untuk meningkatkan nilai tawar dan mentalitas para pejuang olahraganya.

Langkah strategis ini dilakukan dengan memberikan fasilitas pendidikan non-formal bagi para olahragawan terpilih. Bapomi Batanghari memahami bahwa untuk menjadi juara sejati, seorang atlet harus mampu menjadi duta bagi daerah dan bangsanya. Melalui program ini, para pemuda berbakat diberikan akses kursus bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya secara cuma-cuma. Fokus utamanya bukan hanya pada tata bahasa yang rumit, melainkan pada kemampuan percakapan praktis (speaking) dan pemahaman istilah-istilah teknis dalam dunia olahraga internasional.

Pemberian fasilitas secara gratis ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi yang sering kali membuat para atlet enggan mengikuti pelatihan tambahan di luar jadwal latihan fisik. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, seorang atlet tidak akan lagi merasa canggung saat mengikuti technical meeting di luar negeri atau saat harus diwawancarai oleh jurnalis internasional setelah meraih medali. Kemampuan ini secara otomatis akan meningkatkan kepercayaan diri mereka, yang pada gilirannya berdampak positif pada performa mereka di arena tanding. Mentalitas “pemain lokal” perlahan akan berubah menjadi mentalitas “pemain dunia”.

Bapomi melihat bahwa program ini sangat penting untuk mempersiapkan karier jangka panjang para olahragawan. Di masa depan, kemampuan bahasa asing akan sangat berguna jika mereka ingin melanjutkan studi di luar negeri melalui jalur beasiswa atlet atau jika mereka ingin berkarier sebagai pelatih internasional. Bapomi Batanghari bekerja sama dengan lembaga bahasa terkemuka untuk memastikan kurikulum yang diberikan relevan dengan kebutuhan dunia olahraga. Sesi kelas dirancang fleksibel agar tidak mengganggu jadwal latihan rutin yang ketat, sehingga keseimbangan antara pengembangan otak dan otot tetap terjaga.

Dampak dari inisiatif ini mulai terasa saat delegasi olahraga dari Batanghari mengikuti kejuaraan di tingkat regional yang melibatkan peserta dari negara tetangga. Para atlet terlihat lebih berani menjalin persahabatan dengan peserta lain dan mampu menyampaikan aspirasi mereka kepada penyelenggara dengan lebih jelas.